MAN Kota Pariaman Laksanakan Tes Diagnostik bagi Siswa Baru

Gambar : Siswa baru Fase E MAN Kota Pariaman mengikuti tes diagnostik yang meliputi pengukuran IQ, bakat dan minat, kecerdasan emosional, serta gaya belajar sebagai langkah awal pemetaan potensi peserta didik, Selasa (21/7).
Pariaman, Humas– MAN Kota Pariaman melaksanakan tes diagnostik bagi seluruh siswa baru Fase E pada Selasa (21/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk memetakan kemampuan, potensi, minat, serta karakteristik belajar peserta didik sebagai dasar penyusunan layanan pembelajaran yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Tes diagnostik dilaksanakan sejak pagi dengan pendampingan guru dan panitia. Hasil tes nantinya akan menjadi acuan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing siswa.
Pada pelaksanaan tes diagnostik ini, terdapat empat aspek utama yang diukur, yaitu IST (Intelligenz Struktur Test) untuk mengidentifikasi tingkat kemampuan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ), RMIB (Rothwell-Miller Interest Blank) untuk memetakan bakat dan minat peserta didik, tes Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient/EQ) untuk mengetahui kemampuan mengelola emosi dan berinteraksi sosial, serta tes Gaya Belajar guna mengenali kecenderungan cara belajar yang paling efektif bagi setiap siswa.
Kepala MAN Kota Pariaman, Emma Marni, mengatakan bahwa tes diagnostik bukan bertujuan memberikan penilaian akhir kepada siswa, melainkan sebagai instrumen pemetaan awal untuk memahami karakteristik peserta didik secara komprehensif.
"Hasil tes ini akan menjadi dasar bagi guru dalam memberikan layanan pembelajaran yang lebih tepat, sehingga setiap siswa dapat berkembang sesuai dengan potensi, bakat, dan gaya belajarnya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemetaan sejak awal menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung implementasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan memahami kemampuan intelektual, bakat, kecerdasan emosional, dan gaya belajar siswa, madrasah dapat memberikan pendampingan yang lebih optimal selama proses pendidikan.





